Selasa, 01 Februari 2011

Malu Bila diSentuh

Oleh : Puji Astuti Hanafi



Gb. Putri malu saat menguncup


Putri malu (Mimosa pudica) adalah perdu pendek anggota suku polong-polongan yang mudah dikenal karena daun-daunnya yang dapat secara cepat menutup/"layu" dengan sendirinya saat disentuh. Walaupun sejumlah anggota polong-polongan dapat melakukan hal yang sama, putri malu bereaksi lebih cepat dari pada jenis lainnya. Kelayuan ini bersifat sementara karena setelah beberapa menit keadaannya akan pulih seperti semula.

Fisik dari Putri Malu
Tumbuhan putri malu sering dijumpai di sekitar sawah, kebun, rerumputan. Tumbuhan putri malu merupakan herba memanjat atau berbaring atau setengah perdu dengan tinggi 0,3-1,5 meter. Tumbuhan liar di tempat terbuka. Tumbuhan ini berasal dari Amerika tropis





      Gb. Bunga dan daun


Daunnya Berupa daun majemuk menyirip ganda dua yang sempurna, Batang bulat, berambut, dan berduri. Batang dengan rambut sikat yang mengarah miring ke bawa, Biji bulat dan pipih dan Tumbuhan ini apabila disentuh maka daunnya akan menutup.

Putri Malu Mereaksi Rangsangan

Saat kita berjalan di antara semak-semak dengan tidak sengaja tangan kita menyentuh bagian tubuh suatu jenis tumbuhan. Sentuhan tangan kita pada tumbuhan itu menimbulkan reaksi sehingga daun-daunnya menguncup dan tubuhnya terkulai layaknya tumbuhan yang layu. 

Oleh karena reaksinya terhadap rangsangan membuat tumbuhan ini terkulai, maka dikenal dengan nama putri malu atau rumput tidur (sleep grass).Rangsangan pada putri malu menjalar baik dari ujung ke pangkal maupun dari pangkal ke ujung.

Pembengkakan sebagai Alat Peka

Dalam ilmu Botani putri malu tergolong keluarga Mimosaceae dan memiliki nama ilmiah Mimosa pudica. Mimosa ini memiliki susunan daun kecil teratur simetris sepanjang tangkai daun. Tiap daun mengalami pembengkakan di pangkal lekatannya pada ranting. Sedangkan tiap ranting mempunyai pembengkakan serupa di pangkal nya pada batang. Pembengkakan ini merupakan bagian yang peka terhadap rangsangan. Struktur ini mampu menimbulkan gerak daun-daun atau anak daun, yaitu gerak buka-tutup.
 Gb. gerak buka - tutup daun
Pada saat mereaksi sentuhan, daun Putri malu menguncup akibat hilangnya turgor karena air dalam sel-sel pulvinus keluar. Lalu ranting pun terkulai oleh karena hilangnya pembengkakan pada pangkalnya. Putri malu ini seakan-akan jatuh pingsan dan daun-daunnya tergulung erat.

Gerak buka-tutup terjadi karena perubahan keseimbangan air (turgor) dalam sel-sel pulvinus. Sel-sel ini memiliki dinding sel tipis dan terisi air dari pembuluh lembut jaringan pengangkut yang berhubungan dengan sistem saluran pusat tumbuhan. Adanya rangsangan kecil menghilangkan keseimbangan air di dalam sel-sel pulvinus pangkal daun karena air dalam sel-sel tersebut mengalir ke luar. Sedangkan rangsangan yang lebih kuat menimbulkan reaksi serupa di dalam sel-sel pulvinus pangkal ranting. Akhirnya seluruh tubuh terpengaruh.


Mekanisme Perubahan rangsangan

Pada tumbuhan ini terdapat suatu sistem yang dapat mempertahankan rangsangan yaitu vakuola dimana mengeluarkan proton (H+) yang artinya dapat melemahkan dinding sehingga vakuola menyerap air dengan cepat maka terjadilah pembengkakan yang menekan cairan sel ke dinding yang mengakibatkan tekanan pembengkakan meregangkan dinding sehingga berukuran lebih besar.
Gb. Tanda panah menunjukkan bagian pulvinus

Daun Mimosa menunjukkan pembengkakan pada pangkal tangkai daun dan pada setiap pangkal anak daun primer dan anak daun sekunder. Bila tumbuhan kekurangan air karena menguap atau keluar dari sel seperti yang terjadi pada sel-sel pembengkakannya putri malu yang terkena rangsangan, maka rangsangan sel berkurang dan kekakuan tumbuhan pun berkurang, sehingga daun-daun putri malu saling menutup. Jika rangsangan hilang sama sekali maka daun dan batang akan menjadi semakin lemas dan putri malu pun terkulai.
Ketika pengaruh rangsangan telah dipindahkan menuju pembengkakan pada pangkal tangkai daun, air keluar dari sel-sel bagian bawah pembengkakan yang berdinding tipis menuju ruang antar sel. Karena sel-sel ini kehilangan rangsangannya sedangkan sel-sel pada bagian atas pembengkakan tetap membengkak, maka tangkai daun pun terkulai.
pembengkakan pada pangkal anak daun primer berperan sama seperti pembengkakan pada pangkal tangkai daun. Tetapi pembengkakan pada pangkal anak daun sekunder berperan dengan cara sebaliknya. Dengan kata lain, pada saat tumbuhan terangsang, pembengkakan pada pangkal tangkai daun dan pangkal tangkai anak daun primer akan menyebabkan tangkai daun dan tangkai anak daun mengarah ke bawah. Sedangkan pembengkakan pada pangkal daun sekunder menyebabkan anak-anak daun mengarah ke atas sehingga saling menutup.


Putri Malu Pun Tak Ingin Disakiti

Reaksi spontan yang terjadi pada putri malu memberikan pelajaran bagi kita, bahwa tumbuhan pun memiliki perasaan dan mampu mempertahankan dirinya. Apabila disentuh atau diperlakukan dengan kasar, daun putri malu akan menguncup seolah-olah takut disakiti. Hal ini merupakan mekanisme perlindungan untuk mempertahankan dirinya, terutama dari gangguan binatang pemakan rumput. Keadaan terkulainya putri malu, membuat tumbuhan ini tampak tidak enak dimakan. Oleh karena itu, tumbuhan ini tidak mudah dimakan binatang.
Dengan demikian Sesungguhnya tumbuhan ini sangatlah berguna dalam pertanian karena dapat membantu menyuburkan tanah. Akar tumbuhan ini mampu bersimbiosis dengan bakteri Rhizobium yang mampu mengikat Nitrogen Oleh karena itu, putri malu dilengkapi dengan sistem pertahanan diri agar tetap hidup, sehingga manusia dapat mengambil manfaat darinya.


1 komentar: