Senin, 07 Februari 2011

MACAN KUMBANG ADALAH MACAN TUTUL JAWA

Oleh : Raden Hana Fitria
           

           

            Macan Tutul Jawa (Panthera pardus melas) menjadi kucing besar terakhir yang tersisa di pulau Jawa setelah punahnya Harimau Jawa. Macan Tutul Jawa (Java Leopard) merupakan satu dari sembilan jenis Macan Tutul (Panthera pardus) di dunia yang merupakan satwa endemik pulau Jawa. Hewan langka yang dilindungi ini menjadi satwa identitas provinsi Jawa Barat.
               
                Kemampuan adaptasi Macan Tutul Jawa yang tinggi telah menolong nasibnya hingga tidak setragis handai-taulannya yang lebih besar dan perkasa, Harimau Jawa dan Harimau Bali. Kerabat dengan bulu bercorak belang tiga yang dikenang masyarakat Sunda sebagai penjelmaan Mahaprabu yang sangat dicintai rakyat Sunda pada masanya, MAHAPRABU SILIWANGI.
            Macan Tutul Jawa merupakan kucing besar terakhir yang tesisa di Pulau Jawa setelah punahnya Harimau Jawa. Tetapi ancaman kepunahan tak ayal tetap membayangi Raja Rimba yang menawan ini. Macan tutul memang menarik, warna dasar bulunya coklat muda dengan totol-totol hitam kecoklatan pada seluruh tubuhnya. Ada kalanya warna macan ini lebih kuning dengan totol-totol yang lebih kecil dengan warna lebih muda. Orang menyebutnya dengan Seruni atau Macan Bintang. Namun bila ditemukan dominan warna hitam bahkan keseluruhannya hitam, ia disebut Macan Kumbang. Keindahan totolnya inilah yang menarik manusia untuk memburu Raja Tatar Sunda ini.

Kelompok Binatang Buas
            Macan termasuk binatang buas, satwa ini meskipun berukuran lebih kecil  dari harimau Sumatera akan tetapi tampak kokoh. Tubuhnya tertutup mantel rambut pendek tebal berwarna dasar kuning kecoklatan dengan pola totol hitam yang berbentuk seperti bunga. Satwa ini menyerang mangsa dari atas dahan dan mematikan mangsanya dengan cara menggigit pada leher dan mendorongnya hingga roboh.
            Macan Tutul Jawa adalah binatang karnivora yang memangsa buruannya seperti kijang, monyet ekor panjang, babi hutan, kancil dan owa jawa, landak jawa, surili dan lutung hitam. Kucing besar ini juga mampu menyeret dan membawa hasil buruannya ke atas pohon yang terkadang bobot mangsa melebih ukuran tubuhnya. Perilaku ini untuk menghindari kehilangan mangsa hasil buruan, selain itu juga untuk penyimpanan persediaan makanan.
Aktif pada Malam Hari
Macan tutul pada malam hari


         Macan tutul aktif pada malam hari (nocturnal) untuk berburu dan melakukan aktifitas sosial lainnya, di siang hari biasanya ia tidur dan bersantai pada dahan pohon atau goa-goa kecil pada celah bebatuan. Ia sangat suka memakan babi hutan dan kijang, namun bila sedang lengah, monyet pun bisa disantap olehnya karena kemampuan memanjat macan ini memang tulen. Indra pendengarannya baik sekali, namun penciumannya tidak setajam harimau. Sorot matanya tajam dan dingin, kita bisa merinding bila bertatapan dengan sang raja rimba ini.

Supercat Terkenal
Seekor macan tutul sedang mengejar mangsanya


         Sebagai binatang buas, macan tutul yang disebut “kucing besar” ini memang segesit, sekuat, dan segalak kucing liar. Tamparan cakarnya, gerak sergapannya, gigitan taringnya, sungguh mengerikan. Di kehidupan liar, misalnya macan tutul afrika, diketahui berburu sendirian, kadang berpasangan kalau lagi musim kawin, atau rombongan induk beserta beberapa ekor anaknya yang hampir dewasa.
            Mangsanya biasanya disergap dari belakang atau samping. Macan ini tak mau ambil risiko berkelahi baru membunuh. Dalam perburuannya, macan ini amat cerdik. Mangsa itu sepertinya dipelajari perilakunya, kemudian diincar dan disergap kontan sampai mati di tempat.
            Korban dikoyak perutnya. Usus dan isi perut yang tak disukai, biasanya dibuang atau disingkirkan jauh. Kalau tak ada gangguan, korban yang masih segar langsung dimakan. Macan ini makan sambil duduk rebahan. Dia tidak “memegang” mangsanya atau memakai cakar untuk mengoyak. Sisa karkas mangsanya kemudian digondol jauh-jauh, atau diangkat ke daerah tinggi.

Macan Kumbang Adalah Macan Tutul
Macan Tutul Jawa berbulu hitam biasa disebut Macan Kumbang


            Meskipun mempunyai warna tubuh yang berbeda yaitu hitam, namun Macan Kumbang pun merupakan jenis yang sama dengan Macan Tutul. Variasi warna tubuh tersebut bukanlah menjadikan macan tutul yang bertubuh hitam tersebut adalah jenis yang lain, tetapi sesungguhnya jenis yang sama. Terbukti keduanya dapat kawin dan menghasilkan keturunan yang berwarna tutul dan berwarna hitam.
                Warna pada Macan Kumbang tidaklah sepenuhnya hitam. Ada tutul-tutul yang berwarna lebih gelap dibandingkan warna dasar. Macan tutul hitam (Macan Kumbang) selain menjadi varian dari Macan Tutul Jawa juga banyak dijumpai pada Macan Tutul di India.

                Dengan demikian, macan kumbang adalah macan tutul Jawa karena mereka masih satu jenis tetapi hanya warnanya saja yang berbeda.

            Jagalah kucing besar ini dari kepunahan supaya anak cucu kita tidak hanya pernah mendengar ada yang namanya “MACAN TUTUL” sang penguasa rimba tatar Sunda, namun mereka masih dapat melihat binatang ini secara langsung di Habitat Alamnya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar