Rabu, 02 Februari 2011

Burung Hantu “ Terbang Tanpa Suara “

Burung Hantu “ Terbang Tanpa Suara “
Oleh: Dinda Purnama
Gambar: Burung Hantu
Burung hantu adalah burung yang tidur di siang hari dan bangun pada malam hari. Suaranya tidak semerdu burung kicauan. Suaranya terdengar melengking kadang-kadang bersiul dan berteriak. Lain waktu malah tidak terdengar. Burung hantu bekerja mencari mangsa pada malam hari. Jadi tidak mengantar surat seperti yang diceritakan pada Harry Potter.
Jika kalian pernah mendengar suara “uhu… uhu…” pada malam hari, maka saat itulah burung hantu keluar dari sarangnya dan mulai berburu
Tentang si Burung Hantu
Burung hantu dikenal karena matanya besar dan menghadap ke depan, tak seperti umumnya jenis burung lain yang matanya menghadap ke samping. Bersama paruh yang bengkok tajam seperti paruh elang dan susunan bulu di kepala yang membentuk lingkaran wajah, tampilan "wajah" burung hantu ini demikian mengesankan dan kadang-kadang menyeramkan. Apalagi leher burung ini demikian lentur sehingga wajahnya dapat berputar 180 derajat ke belakang.
            Gambar: Burung Hantu
Umumnya burung hantu berbulu burik, kecoklatan atau abu-abu dengan bercak-bercak hitam dan putih. Dipadukan dengan perilakunya yang kerap mematung dan tidak banyak bergerak, menjadikan burung ini tidak mudah kelihatan; begitu pun ketika tidur di siang hari di bawah lindungan daun-daun.
Burung hantu berwajah serius dengan mata yang besar. Ini membantunya mencari makanan dalam kegelapan. Paruhnya yang bengkok ke bawah dan tajam mirip kait berguna untuk mengoyak daging. Burung hantu juga mempunyai bulu-bulu jambul yang lembut. Burung hantu jantan dan betina sekilas terlihat serupa, hanya burung hantu betina biasanya 25 persen lebih besar dari si jantan.

Mitos si burung pembawa maut
Burung hantu sering sekali dikaitkan dengan mitos mitos terutama hal negatif. Dari namanya saja burung ini sudah mendapat julukan yang menakutkan. Masyarakat di daerah Jawa mempercayai burung ini sahabat hantu atau setan sehingga jika burung ini berbunyi dipercaya tak jauh dari situ ada kawanan hantu. Sedangkan di Bali burung hantu yang berbunyi di areal rumah atau tetangga menandakan ada wanita yang sedang ngidam.
Lantas mengapa burung ini dinamai burung hantu? Ada beberapa versi yang bisa menjelaskan asal muasal ini. Pertama, burung ini mampu terbang dengan senyap dan kemudian bersiul. Perpindahan yang begitu cepat tanpa suara dipersepsikan seperti hantu sehingga dinamai burung hantu. Padahal rahasia terbang senyap tersebut ada pada bulu halus bagian pangkal sayapnya Versi kedua, burung ini sering memberi tanda tanda firasat buruk. Kematian diidentiikan dengan hantu dan setan sehingga burung ini dianggap jelmaan hantu atau peliharaan para hantu.
Sebutan Si Burung Hantu
Burung hantu adalah kelompok burung yang merupakan anggota ordo Strigiformes. Burung ini termasuk golongan burung buas (karnivora, pemakan daging) dan merupakan hewan malam (nokturnal). Seluruhnya, terdapat sekitar 222 spesies yang telah diketahui, yang menyebar di seluruh dunia kecuali Antartika, sebagian besar Greenland, dan beberapa pulau-pulau terpencil.

  Gambar: Burung Hantu        
Di dunia barat, hewan ini dianggap simbol kebijaksanaan, tetapi di beberapa tempat di Indonesia dianggap pembawa pratanda maut, maka namanya Burung Hantu. Walau begitu tidak di semua tempat di Nusantara burung ini disebut sebagai burung hantu. Di Jawa misalnya, nama burung ini adalah darès atau manuk darès yang tidak ada konotasinya dengan maut atau hantu. Di Sulawesi Utara, burung hantu dikenal dengan nama Manguni.
Terbang Tanpa Suara
Saat bekerja di malam hari, burung hantu tidak akan
mengeluarkan suara yang berisik. Karena burung hantu diberi kemampuan untuk dapat terbang tanpa mengeluarkan suara. Hal ini disebabkan sayap burung hantu yang halus seperti kapas. Kemampuan ini tentu saja sangat menguntungkan burung hantu karena mangsa sasarannya tidak akan mengetahui kedatangan burung hantu.
Jurusnya mantap, lho. Seringkali mangsanya tidak bisa menghindar dari sergapan si burung hantu.

Gambar: Burung Hantu
Burung hantu selalu berburu pada malam hari. Mangsanya pun nggak jauh beda dengan mangsa si burung elang, yaitu hewan mamalia kecil seperti tikus dan ular sawah. Jadi, walaupun menyeramkan, sebenarnya burung hantu sangat membantu untuk membasmi tikus serta menjadi indikator kesehatan hutan.
Masa reproduksi si pemalas
Seperti burung lainnya, burung hantu berkembang biak dengan cara bertelur. Telurnya mempunyai cangkang yang keras dan dierami di dalam sarang yang diasuh oleh induk betina. Burung hantu sangat membatasi daerah teritorinya. Jika ada penyusup masuk, apalagi sampai ke tempat penyimpanan makanan, maka si burung hantu bisa langsung membunuhnya. Wah, mengerikan yah. Burung hantu termasuk burung yang pemalas karena tidak pernah membuat sarangnya sendiri. Mereka lebih sering memakai sarang yang sudah jadi, karena mereka malas membuatnya sendiri. Meskipun begitu, burung hantu tetap bertanggung jawab memberi makan anak-anaknya, dengan membawa pulang hasil perburuannya. Tapi sayangnya, si induk sering kurang sabar saat mengerami telur-telurnya, sehingga si anak paling terakhir sering tidak kebagian jatah makanan. Kasihan, ya...
            Harus diakui, burung adalah contoh satwa yang teramat dekat dengan kehidupan manusia. Begitu dekatnya burung dengan manusia, banyak aspek dalam kehidupan manusia yang dikaitkan dengan aktivitas burung. Singkatnya, aktivitas burung bisa dijadikan perlambang atau pertanda akan datangnya berbagai kejadian.






Tidak ada komentar:

Poskan Komentar