Selasa, 01 Februari 2011

Arsitek kecil penghasil madu

  oleh  Euis siti nurjanah


Hampir semua orang tahu bahwa madu adalah sumber makanan penting bagi tubuh manusia, tetapi sedikit sekali manusia yang menyadari sifat-sifat luar biasa dari sang penghasilnya, yaitu lebah madu.
Lebah madu memproduksi dan menyimpan madu yang dihasilkan dari nektar bunga. Selain itu mereka juga membuat sarang dari malam, yang dihasilkan oleh para lebah pekerja di koloni lebah madu.
Munculnya lebah madu
Lebah madu telah di kenal oleh manusia sejak jaman budaya-budaya kuno beberapa ribu tahun yang lalu. Pembudidayaan lebah madu yang kini populer berasal dari kawasan Laut Tengah (Afrika Utara, Eropa selatan dan Asia Kecil) yang selanjut menyebar ke seluruh wilayah dunia. (Sihombing D.T.H:1997). Bangsa Mesir Kuno membuat corong dari tanah liat sebagai sarang lebah, kemudian dari keranjang anyaman. Di Afrika lebah madu dipelihara dalam bongkahan kayu berbentuk silinder dan sarang tersebut digantung di pohon.
Bangsa Rusia sebagai pengembang lebah madu secara modern, malahan disebut sebagai daerah lahan madu. Rusia mulai mengembangkan peternakan madu sejak abad ke 10 hingga kini secara besar-besaran. Mereka yang menemukan sarang lebah madu yang bisa dipindah-pindahkan, teknik tersebut diperkenalkan oleh Peter Prokovich (1775-1850).
kehidupan lebah madu
Lebah madu selalu hidup berkoloni, rata-rata setiap koloni berkisar 60-70 ribu lebah dalam satu sarang. Walaupun populasi yang demikian padat, lebah mampu melakukan pekerjaannya secara terencana dan teratur rapi.
Suatu koloni lebah umumnya terdiri dari lebah pekerja, pejantan dan ratu. Lebah pekerja boleh dikatakan mengerjakan seluruh tugas dalam sarang yaitu membuat sarang, membersihkan sarang, menjaga sarang, memberi makan larva dan ratu lebah, dan yang utama adalah mengumpulkan madu dan bee pollen sebagai seumber pakannya.
Ratu lebah mempunyai tubuh yang lebih besar dan berat 2,8 kali berat lebah pekerja. Setiap koloni lebah hanya ada satu Ratu Lebah jika di dalam satu koloni ada dua ratu lebah maka keduanya akan saling membunuh untuk mendapatkan kedudukan sebagia ratu lebah. Ratu lebah bertugas memimpin dan menjaga keharmonis lebah dalam satu koloni. Semua lebah dalam satu koloni akan sangan mentaati ratu lebah, kemanapun ratu lebah pergi maka satu koloni lebah akan mengikutinya. Selain memimpin koloni lebah, ratu lebah mempunyai tanggung jawab untuk meneruskan kelangsungan hidup koloni lebah yaitu dengan cara bertelur sepanjang hidupnya. Ratu lebah sanggup bertelur 1500-2000 butir setipa harinya.
Ratu lebah mempunyai umur yang lebih lama dibandingkan dengan lebah pekerja. Lebah pekerja berumur sekitar 40 hari tetapi ratu lebah sanggup hidup hingga 3-5 tahun atau sekitar 30x lebih lama dari lebah pekerja. Rahasia ratu lebah berumur lebih lama adalah disebabkan ratu lebah mengkonsumsi Royal Jelly sepanjang hidupnya. Sedangkan lebah pekerja hanya mengkonsumsi royal jelly selama 3 hari pada saat menjadi larva.
Lebah jantan mempunyai sifat fisik yang lebih kecil dari ratu lebah tetapi lebih besar dari lebah pekerja. Cirri yang menonjol adalah matanya yang besar. Mata itu terdiri dari faset yang lebih banyak dari pada faset pada mata lebah pekerja dan ratu lebah.Lebah jantan tidak mempunyai pipa penghisap madu dan juga tidak mempunyai kantong pollen dikakinya. Sehingga lebah jantan tidak bertugas mengumpulkan pollen atau madu, lebah jantan hanya membersihkan sarang, menjaga sarang dan tugas ringan lainuya. Fungsi utama lebah jantan adalah mengawini Ratu Lebah.
Lebah pekerja biasa disebut juga sebagai lebah betina, lebah inilah yang memiliki tanggung jawab pekerjaan sepanjang hidupnya. Ukuran tubuh lebah pekerja lebih keci daripada lebah ratu dan lebah jantan. Bentuk tubuhnya ramping warnanya hitam kecoklatan dan ekornya mempunyai sengat yang lurus dan berduri. Dengan sengatnya lebah pekerja melindungi sarangnya dan menyerang siapapun yang menggangu.
Lebah pekerja mempunyai tanggung jawab pekerjaan yang berbeda-beda seuai dengan umur lebah pekerja tersebut. Sesaat setelah keluar dari kepompong larva lebah pekerja langsung mempunyai tanggung jawab untuk membersihkan sarang lebah dari kotoran-kotoran, ketika berumur 3-10 hari lebah pekerja ini menghasilkan Royal Jelly yang sangat dibutuhkan larva lebah dan ratu lebah.
Royal jelly dihasilkan Lebah muda setelah lebah tersebut mengkomsumsi madu dan bee pollen. Royal jelly di dari kelenjar lebah yang berada di sekitar leher lebah tersebut. Lebah muda ini kemudian bertugas memberi makan larva dan ratu lebah. Perlu diketahui Ratu Lebah mengkonsumsi Royal jelly sepanjang hidupnya.
Setelah lebah pekerja berusia sekitar 3 minggu, lebah mempunyai tugas baru diluar sarangnya yaitu bertugas mencari nectar bunga yang akan diolah menjadi madu dan tepung sari bunga yang diolah menjadi bee pollen.
Lebah terbang mencari pollen dan madu dengan menghinggapi beribu-ribu bunga yang sedang merekah. Lebah menghisap setetes nectar dengan alat hisapnya dan menyimpannya ke dalam kantong madu yang ada di adalam tubuhnya.
Untuk memperoleh sekitar 375gr madu, maka lebah harus mondar mandir sebanyak 75.000 kali untuk mengambil nectar. Untuk jumlah madu yang dikumpulkan sebanyak itu lebah pekerja menempuh jarak terbang yang setara dengan 4-6 kali keliling bumi.
Proses di bentuknya madu


                                                 Gbr. Lebah sedang menghisap nektar

Sarang lebah, yang biasanya dihuni oleh 20.000 sampai 60.000 lebah madu. Sarang itu dihuni oleh satu ratu yang tugasnya hanya bertelur saja, sang ratu sanggup bertelur sampai 2000 telur perhari. Selebihnya dihuni oleh lebah beberapa lebah jantan dan puluhan ribu lebah betina yang bertugas sebagai pekerja. Madu terbuat dari cairan manis didalam bunga (nektar). Nektar terdiri dari 80% air dan gula kompleks.
Seekor lebah madu mampu mengunjugi 100 sampai 1500 bunga dengan kecepatan 13 sampai 15 mph, untuk menghisap nektar. Lebah madu menghisap nektar dengan lidah mereka yang mirip tabung. Nektar di simpan dalam lambung lebah madu untuk diangkut kesarang nya. seekor lebah madu sanggup membawa 70 miligram nektar atau hampir sama dengan berat tubuhnya. Cara lebah membuat madu sangat unik. Pertama lebah rumah menghabiskan nektar dengan cara mengunyahnya sekitar setengah jam. Enzim perlahan - lahan mengurai nektar menjadi gula sederhana. Setelah itu lebah meneteskan nektar ke seluruh sarang nya.
                                              Gbr. Lebah madu mengumpulkan srbuk sari
Lebah madu mengeringkan nektar dengan cara mengipasinya dengan sayap mereka sehingga air dalam nektar cepat menguap. Jika kadar kekentalan nektar sudah sampai, maka berubahlah nektar menjadi madu. Lebah kemudian memasang tutup lilin di atas sel sarangnya - mirip seperti menyegel minuman. Madu yang disimpan ini akan dimakan oleh lebah madu. Dalam setahun satu koloni lebah madu bisa menghabiskan 55 sampai 100 kg madu.

Terbentuknya Sarang hexagonal

                                                  Gbr. Lebah madu sedang membuat sarang
Rancangan segienam dari petak-petak sarang lebah memungkinkan penyimpanan madu dalam jumlah terbanyak dengan bahan baku pembuatan sarang, yakni lilin, dalam jumlah paling sedikit. Lebah hanyalah serangga berukuran 1-2 cm dan ia melakukan perhitungan itu dengan apa yang telah diilhamkan Tuhannya.
Kelembapan sarang, yang membuat madu memiliki tingkat keawetan yang tinggi, harus dijaga pada batas-batas tertentu. Pada kelembapan di atas atau di bawah batas ini, madu akan rusak serta kehilangan keawetan dan gizinya. Begitu juga, suhu sarang haruslah 35 derajat celcius selama sepuluh bulan pada tahun tersebut. Untuk menjaga suhu dan kelembapan sarang ini pada batas tertentu, ada kelompok khusus yang bertugas menjaga pertukaran udara.
Jika suhu terlalu panas, lebah akan mengatur pertukaran udara di dalam sarang. Jalan masuk sarang dipenuhi lebah. Sambil menempel pada kayu, mereka mengipasi sarang dengan sayap. Dalam sarang yang baku, udara yang masuk dari satu sisi terdorong keluar pada sisi yang lain. Lebah pengatur pertukaran udara yang lain bekerja di dalam sarang, mendorong udara ke semua sudut sarang.
Upaya lebah untuk menjaga mutu madu tidak terbatas hanya pada pengaturan kelembapan dan panas. Di dalam sarang terdapat jaringan pemeliharaan kesehatan yang sempurna untuk mengendalikan segala peristiwa yang mungkin menimbulkan berkembangnya bakteri. Dengan mencegah zat-zat asing memasuki sarang. Untuk itu, dua penjaga selalu ditempatkan pada pintu sarang. Jika suatu zat asing atau serangga memasuki sarang semua lebah bertindak untuk mengusirnya dari sarang.
Untuk benda asing yang lebih besar yang tidak dapat dibuang dari sarang, Lebah membalsam benda asing tersebut. Mereka menghasilkan suatu zat yang disebut "propolis" (yakni, getah lebah) untuk pembalsaman. Getah lebah ini dihasilkan dengan cara menambahkan cairan khusus yang mereka keluarkan dari tubuh kepada getah yang dikumpulkan dari pohon-pohon seperti pinus, hawwar, dan akasia. Getah lebah juga digunakan untuk menambal  keretakan pada sarang. Setelah ditambalkan pada retakan, getah tersebut mengering ketika bereaksi dengan udara dan membentuk permukaan yang keras. Dengan demikian, sarang dapat bertahan dari ancaman luar. Lebah menggunakan zat ini hampir dalam semua pekerjaan mereka.
Lebah madu merupakan binatang yang cerdik , kegigihan sang lebah pekerja dalam mengahasilkan madu untuk sang ratu patut ditiru oleh kita, kita harus  gigih dalam bekerja untuk mendapatkan hasil yang manis dan untuk orang yang kita sayang.



si kecil yang sopan santun


 oleh Euis siti nurjanah


Semut adalah hewan terkuat didunia. Walaupun tubuhnya kecil, ia mampu menopang benda dengan beban 50 kali dari beban tubuhnya. Jika diadukan dengan hewan sangat besar seperti gajah atau gorilla, yang hanya mampu menopang benda maksimal sampai 3 kali dari beban tubuhnya.
Semut dikenal dengan koloni dan sarang-sarangnya yang teratur, yang terkadang terdiri dari ribuan semut per koloni. Jenis semut dibagi menjadi semut pekerja, semut pejantan, dan ratu semut. Satu koloni dapat menguasai dan memakai sebuah daerah luas untuk mendukung kegiatan mereka. Koloni semut kadangkala disebut super organisme dikarenakan koloni-koloni mereka yang membentuk sebuah kesatuan.
Perubahan bentuk Semut
                                                     gbr. Fosil semut di getah pohon

Semut adalah keturunan dari generasi tawon Vespoidea. Analisa Filogenetik mengindikasikan bahwa semut telah berevolusi dari capung vespoid pada periode Kapur sekitar 120 juta sampai 170 juta tahun yang lalu. Setelah kemunculan tumbuhan tidak berbiji (Angiosperma) sekitar 100 juta tahun yang lalu, mereka menganekaragamkan pengaruh ekolofi sekitar 60 juta tahun yang lalu Beberapa fosil from dari periode Kapur adalah bentuk pertengahan dari semut dan tawon, dan ini menambahkan bukti bagi nenek moyang tawon. Seperti hewan berordo Hymenoptera lainnya, sistem genetika semut ditemukan di haplodiploidy.
Pada tahun 1966, E. O. Wilson, dkk. menemukan fosil semut dalam getah pohon (Sphecomyrma freyi) dari periode Kapur. Fosil ini terjebak di sebuah getah pohon di New Jersey dan telah berumur lebih dari 80 juta tahun. Fosil ini memberikan bukti terjelas tentang hubungan semut modern dan tawon non-sosial. Semut periode Kapur berbagi karakteristik semut modern dan tawon
Selama periode Kapur, hanya sebagian kecil spesies yang berhasil menguasai daerah benua besar Laurasia (bagian utara). Mereka sangat langka dengan perbandingan jumlah sekitar 1% dari jenis serangga lainnya. Semut menjadi dominan setelah radiasi adaptif pada awal Periode Tertiari. Jumlah spesies yang tersisa pada periode Kapur dan periode Ecocene, hanya 1 dari 10 genera yang punah sampai saat ini. 56% dari genera semut yang terdapat di fosil getah kayu di daerah Baltik (sejak Oligocene awal), dan sekitar 96% dari genera semut yang terdapat di fosil getah kayu di Dominika (sejak awal Miocene) masih bertahan hingga sekarang
Karakteristik semut
                                                                       gbr .semut

Tubuh semut terdiri atas tiga bagian, yaitu kepala, mesosoma (dada), dan metasoma (perut). Morfologi semut cukup jelas dibandingkan dengan serangga lain yang juga memiliki antena, kelenjar metapleural, dan bagian perut kedua yang berhubungan ke tangkai, semut membentuk pinggang sempit (pedunkel) di antara mesosoma (bagian rongga dada dan daerah perut) dan metasoma (perut yang kurang abdominal segmen dalam petiole). Petiole yang dapat dibentuk oleh satu atau dua node (hanya yang kedua, atau yang kedua dan ketiga abdominal segmen ini bisa terwujud).
Tubuh semut memiliki eksoskeleton atau kerangka luar yang memberikan perlindungan dan juga sebagai tempat menempelnya otot, berbeda dengan kerangka manusia dan hewan bertulang belakang. Serangga tidak memiliki paru-paru, tetapi mereka memiliki lubang-lubang pernapasan di bagian dada bernama spirakel untuk sirkulasi udara dalam sistem respirasi mereka. Serangga juga tidak memiliki sistem peredaran darah tertutup. Sebagai gantinya, mereka memiliki saluran berbentuk panjang dan tipis di sepanjang bagian atas tubuhnya yang disebut "aorta punggung" yang fungsinya mirip dengan jantung. sistem saraf semut terdiri dari sebuah semacam otot saraf ventral yang berada di sepanjang tubuhnya, dengan beberapa buah ganglion dan cabang yang berhubungan dengan setiap bagian dalam tubuhnya.
Pada kepala semut terdapat banyak organ sensor, semut memiliki mata majemuk yang terdiri dari kumpulan lensa mata yang lebih kecil dan tergabung untuk mendeteksi gerakan dengan sangat baik. Mereka juga punya tiga oselus di bagian puncak kepalanya untuk mendeteksi perubahan cahaya dan polarisasi. Kebanyakan semut umumnya memiliki penglihatan yang buruk, Antena semut juga digunakan untuk berkomunikasi satu sama lain dan mendeteksi feromon yang dikeluarkan oleh semut lain. Selain itu, antena semut juga berguna sebagai alat peraba untuk mendeteksi segala sesuatu yang berada di depannya. Pada bagian depan kepala semut juga terdapat sepasang rahang atau mandibula yang digunakan untuk membawa makanan, memanipulasi objek, membangun sarang, dan untuk pertahanan. Pada beberapa spesies, di bagian dalam mulutnya terdapat semacam kantung kecil untuk menyimpan makanan untuk sementara waktu sebelum dipindahkan ke semut lain atau larvanya.
Di bagian dada semut terdapat tiga pasang kaki dan di ujung setiap kakinya terdapat semacam cakar kecil yang membantunya memanjat dan berpijak pada permukaan. Sebagian besar semut jantan dan betina calon ratu memiliki sayap. Namun, setelah kawin betina akan menanggalkan sayapnya dan menjadi ratu semut yang tidak bersayap. Semut pekerja dan prajurit tidak memiliki sayap.
Di bagian metasoma (perut) semut terdapat banyak organ dalam yang penting, termasuk organ reproduksi. Beberapa spesies semut juga memiliki sengat yang terhubung dengan semacam kelenjar beracun untuk melumpuhkan mangsa dan melindungi sarangnya. Spesies semut seperti Formica yessensis memiliki kelenjar penghasil asam semut yang bisa disemprotkan ke arah musuh untuk pertahanan.
Pasca bertelur
                                        Gbr. Semut pemakan daging sedang bergerumun

Kehidupan seekor semut dimulai dari sebuah telur. Jika telur telah dibuahi, semut yang ditetaskan betina (diploid); jika tidak jantan (haploid). Semut holometabolism, yaitu tumbuh melalui metamorfosa yang lengkap, melewati tahap larva dan pupa (dengan pupa yang exarate) sebelum mereka menjadi dewasa. Tahap larva adalah tahap yang sangat rentan — lebih jelasnya larva semut tidak memiliki kaki sama sekali – dan tidak dapat menjaga diri sendiri. Perbedaan antara ratu dan pekerja (dimana sama-sama betina),dan antara kasta pekerja jika ada, ditentukan pada saat pemberian makan saat masih menjadi larva. Makanan diberikan kepada larva dengan proses yang disebut trophallaxis dimana seekor semut regurgitates makanan yang sebelumnya disimpan dalam rahang di bawah mulut (crop for communal storage) . Ini juga cara yang digunakan semut dewasa memdistribusikan makanan pada semut dewasa lainnya. Larva dan pupa harus disimpan pada suhu yang cukup konstan untuk memastikan mereka tumbuh dengan baik, sehingga sering dipindahkan ke berbagai brood chambers dalam koloni.

                                      Gbr. Ratu semut yan di buahi mulai membuat kuloni baru

Seekor semut pekerja yang baru memasuki masa dewasa menghabiskan beberapa hari pertama mereka untuk merawat ratu dan semut muda. Setelah itu meningkat menjadi menggali dan pekerjaan sarang lainnya, dan kemudian mencari makan dan mempertahankan sarang. Perubahan tugas ini bisa terjadi dengan mendadak dan disebut dengan kasta sementara, karena mencari makan memiliki risiko kematian yang tinggi, sehingga semut hanya berpartisipasi jika mereka sudah cukup tua dan bagaimanapun juga lebih dekat pada kematian. Pada beberapa spesies semut terdapat “kasta fisik” atau pekerja bisa memiliki ukuran tubuh yang berbeda-beda, disebut pekerja minor, median, dan major, . Biasanya semut yang lebih besar memiliki kepala yang tidak proporsional besarnya, dan correspondingly rahang yang lebih kuat. Semut seperti ini seringkali disebut semut "tentara" karena rahang mereka yang kuat membuat mereka lebih efektif ketika digunakan untuk bertarung dengan makhluk lainnya, namun mereka masih tetap seekor semut perkerja dan tugas mereka tidak banyak berbeda dengan pekerja minor atau median. Pada beberapa spesies semut tidak memiliki pekerja median, membuat pemisahan tegas dan perbedaan fisik yang jelas antara pekerja minor dan major.
Semut merupakan binatang yang kecil tetapi bentuk yang kecil tidak membuat dirinya merasa tertindas, kegigihan dalam mencari makan untuk anak- anaknya patut ditiru karena kita sebagai manusia harus rajin bekerja untuk mencapai suatu keberhasilan .

RUMAHKU SENJATAKU

OLEH  KARNIASARI







 
Jaring-jaring lembut berwarna putih disetiap tubuhya sangat menarik perhatian yang melihatnya. Disekitar kita, laba-laba kerap kali muncul dari area yang sepi dan kotor. Kebanyakan orang mengira bahwa laba-laba adalah hewan yang menggunakan jaring untuk menangkap mangsanya. Jaring-jaring yang ajaib dari segi arsitektur maupun dari segi rekayasanya bukan lah satu-satunya cara laba-laba untuk menangkap mangsanya. Disamping membuat jaring, laba-laba menggunakan taktik-taktik lain yang menakjubkan saat berburu. Bagaimana laba-laba ini bisa membuat jaring dengan perencanaan mekanik dan konstruksi kimia yang demikian sempurna?


Menyendiri dalam sepi
           Laba-laba yang penglihatannya sangat buruk dapat merasakan getaran yang ditimbulkan saat ngengat terbang. Dengan cara ini, laba-laba dapat merasakan kedatangan mangsanya. Yang menarik, meskipun nyaris buta, laba-laba  ini dapat menangkap mahluk yang sedang terbang dengan seutas benang yang dibuatnya sendiri sambil bergelantungan di udara.
            Lebih dari itu, setiap laba-laba yang baru lahir berperilaku sama. Membangun sarang dan mencari makan dengan cara yang sama. Karenanya, laba-laba pertama tidak hanya cukup dengan memiliki keistimewaan yang menakjubkan ini, melainkan harus mampu pula mewariskan semua kemampuannya kepada generasi berikutnya. Ini hanya bisa terjadi jika pengetahuan ini melekat erat dalam gen-gen laba-laba.



Lembut tapi mematikan
Kebanyakan laba-laba memang merupakan predator (pemangsa) penyergap, yang menunggu mangsa lewat di dekatnya sambil bersembunyi di balik daun, lapisan daun bunga, celah bebatuan, atau lubang di tanah yang ditutupi kamuflase.

Laba-laba penenun (misalnya anggota suku Araneidae) membuat jaring-jaring sutera berbentuk kurang lebih bulat di udara, di antara dedaunan dan ranting-ranting, di muka rekahan batu, di sudut-sudut bangunan, di antara kawat telepon, dan lain-lain. Jaring ini bersifat lekat, untuk menangkap serangga terbang yang menjadi mangsanya. Begitu serangga terperangkap jaring, laba-laba segera mendekat dan menusukkan taringnya kepada mangsa untuk melumpuhkan dan sekaligus mengirimkan enzim pencerna ke dalam tubuh mangsanya.


Tarian maut sang betina
           Secara umum dapat dikatakan Arachnida bereproduksi secara seksual dengan fertilisasi bersifat internal, sama seperti pada manusia. Hanya saja perlu diketahui bahwa proses yang berlangsung tidak sama dengan reproduksi pada manusia dan hewan tingkat tinggi lainnya. Pada laba-laba dan arachnid lainnya, sperma individu jantan dimasukkan ke dalam tubuh individu betina dengan tidak menggunakan organ genital jantan. Dengan kata lain, ada fase yang disebut fase intermediet sebelum terjadinya fertilisasi. Adanya fase intermediet juga terjadi pada beberapa serangga tak bersayap, dan myriapod. memiliki 5 tahapan dalam proses perkawinan. Dimulai dari tahap percumbuan, ditandai dengan ritual tertentu sebagai bentuk persiapan. Pada beberapa jenis jantan dan betina melakukan ‘tarian’ unik. Tahap selanjutnya adalah pembentukan spermatophore sebagai alat transfer spermatozoa kepada betina. Individu jantan kemudian melakukan atraksi untuk menarik/memikat sang betina agar mengambil sperma dari spermatopore. Tahapan tersebut kemudian diikuti dengan proses transfer spermatozoa dari spermatophore ke tubuh individu betina. Keempat tahapan diakhiri dengan ritual pascakawin. Setiap tahapan di atas bervariasi pada tiap jenis.
Laba-laba (khususnya Araneomorphae, Entelegyne) memiliki mekanisme yang berbeda, sperma disimpan dalam pilinan benang dan selanjutnya ditransfer ke organ khusus pada ujung pedipalpi sang jantan. Proses percumbuan seringkali beresiko bagi jantan, mengingat sifat dominan individu betina. Jantan harus mampu mengenali bahwa individu betina berasal dari jenis yang sama dan siap untuk kawin. Tarian khusus dilakukan untuk menghindari pemangsaan oleh betina.
                                
Ritual percumbuan sangat menentukan keberhasilan perkawinan, mengingat kesalahan sedikit dalam ritme vibrasi atau sentuhan bisa berakibat fatal bagi sang jantan.
 

Penipu ulung
Bertentangan dengan kepercayaan umum, banyak jenis laba-laba berburu tanpa membangun jaring. Salah satunya adalah Laba-laba kepiting. Ia menyamarkan dirinya pada bunga-bungaan dan menyantap lebah-lebah yang hinggap padanya. 
Laba-laba ini beraksi ketika seekor lebah hinggap untuk menghisap madu dari bunga dimana ia siap menyergap. Pada ketika itu, laba-laba secara perlahan-lahan merangkulkan kaki-kakinya ke tubuh lebah, kemudian dengan gerakan cepat menggigit kepala lebah dan menyuntikan bisa langsung ke otak mangsanya. Setelah itu, ia memakan korbannya. Laba-laba dapat menyamarkan dirinya pada bunga dengan begitu cerdik sehingga kupu-kupu atau lebah kadang hinggap tepat di atasnya tanpa menyadarinya.


Pembentukan jaring : putih dan lembut
Ia berpikir bahwa untuk menangkap ngengat, ia harus membuat zat kimia serupa dengan membangun pabrik kimia tersebut di dalam tubuhnya. Namun masalahnya belum selesai. Karena tanpa kemampuan untuk menangkapnya, tidak ada artinya mengundang
kedatangan ngengat-ngengat tersebut. Sampai di sini ia mempunyai ide lainnya untuk membuat senjata berbentuk antara lasso dan tongkat-kebesaran dari benang yang dihasilkannya.


Laba-laba sebenarnya hewan yang tidak jahat. Perkawinan laba-laaba sangat lah beresiko. Proses percumbuan seringkali beresiko bagi jantan, mengingat sifat dominan individu betina. Jantan harus mampu mengenali bahwa individu betina berasal dari jenis yang sama dan siap untuk kawin. Bila jantan tidak mampu mengenali betinanya dengan baik maka jantan akan mati setelah proses perkawinan.


DRAKULA PEMAKAN BUAH

OLEH  KARNIASARI







Hanya ada sedikit hewan yang sangat tergantung pada terbang dan bergerak seperti kelelawar.

Walaupun burung dan serangga juga terbang mereka dapat berjalan kalau perlu. tapi anggota tubuh dan kaki kelelawar tidak cock untuk berjalan.
Artinya mereka juga tidak dapat berdiri dengan baik. Jadi kelelawar perlu bertengger, cara termudah baginya adalah bergantung, dangan kepala di bawah. Kelelawar melakukan banyak hal yang sangat luar biasa. 



Kawanan pekerja malam
Kelelawar merupakan salah satu anggota mamalia yang termasuk ke dalam ordo Chiroptera yang berarti mempunyai “sayap tangan”, karena kaki depannya bermodifikasi sebagai sayap yang berbeda dengan sayap burung. Ordo Chiroptera merupakan hewan yang unik dan menarik karena merupakan satu-satunya mamalia yang memiliki kemampuan terbang, memiliki jenis pakan yang sangat bervariasi dan beristirahat dengan cara bergantung terbalik
Sayap kelelawar dibentuk oleh perpanjangan jari kedua sampai kelima yang ditutupi oleh selaput terbang atau patagium, sedangkan jari pertama bebas dan berukuran relatif normal. Antara kaki depan dan kaki belakang, patagium ini membentuk selaput lateral, sedangkan antara kaki belakang dan ekor membentuk interfemoral.


Tak buta dalam gelap
Pada siang hari kelelawar tidur dengan cara yang unik, yaitu bergelantung dengan posisi kepalanya berada di bawah, kedua sayapnya dilipat dan cakar kakinya mencengkeram pada tempat ia bergantung. Kelelawar terbang dan mencari makan pada malam hari. Pada saat terbang kelelawar tidak sepenuhnya menggunakan indra penglihatannya di kegelapan, tetapi ia memiliki indra khusus untuk mendeteksi keadaan di sekitarnya di saat ia terbang. Meskipun ia terbang tanpa menggunakan indra penglihatan sepenuhnya, tetapi ia tidak kehilangan arah dan menabrak sesuatu yang ada didepannya. Kelelawar dilengkapi dengan indra atau kemampuan lain disaat ia terbang dan mencari makan, yaitu dengan cara sesekali ia mengeluarkan bunyi ultra sonic. Ketika ia terbang, bunyi yang ia keluarkan akan memantul jika mengenai batu, serangga, pepohonan atau benda-banda lain yang berada di depannya. Kemudian gelombang bunyi tersebut akan memantul dan ditangkap oleh indra pendengaran kelelawar tersebut yang tergolong super peka dan super sensitif. Dengan cara seperti itulah kelelawar dapat terbang tanpa menabrak sesuatu dan dapat mencari makan walaupun pada malam hari dan dalam kondisi cahaya yang sangat minim.


Perzinahan dalam gua
Kelelawar berkembang biak sangat lambat, disamping masa bunting yang cukup lama 5-6 bulan juga jumlah anak per kelahiran sangat sedikit sehingga apabila jumlah kematian dan perburuan kelelawar lebih besar dari perkembangbiakan, maka populasi kelelawar akan menurun Estrus dan perkawinan terjadi di akhir musim panas dan awal musim gugur, setelah itu kelelawar yang termasuk tipe ini akan segera memasuki masa istirahat
Perkawinan merupakan tahap awal aktivitas reproduksi yang terjadi pada musim gugur, kemudian diikuti dengan ovulasi, konsepsi dan permulaan pembentukan embrio. Betina memasuki masa tidak aktif dalam keadaan bunting Kelahiran kelelawar muda terjadi sebelum awal musim hujan. Kelelawar muda tumbuh sangat cepat dan diasuh oleh induknya selama 2-3 bulan dengan cara digendong.


Drakula pemakan buah

Makanan utama spesies ini adalah serangga (insectivore) seperti belalang atau kupu –kupu. Disamping itu kelelawar ini juga memangsa sejenis kadal, reptil kecil, burung, ikan, dan rodensia kecil. Kelelawar ini diduga juga memangsa kelelawar sejenisnya


Hidup dalam kegelapan
Gua merupakan salah satu habitat tempat tinggal sebagian besar jenis kelelawar. Indonesia sangat kaya akan gua, Megaderma spasma  banyak ditemukan pada habitat seperti gua-gua, gedung-gedung,  rongga pepohonan dan atap-atap rumah sebagai tempat tinggalnya.


Kalelawar mungkin untuk sebagian orang termasuk hewan yang menggerikan, walaupun kelelawar menggerikan karena mempunyai gigi taring tetapi kelelawar memakan biji-bijian dan buah-buahan.

SI JANTAN YANG MELAHIRKAN


OLEH  KARNIASARI





        
      Kuda laut adalah jenis ikan yang hidup di laut dari genus Hippocampus dan famili Syngnathidae. Hewan dengan ukuran yang bervariasi antara 16 mm (untuk spesies Hippocampus denise) sampai 35 cm ini dapat ditemukan di perairan tropis dan menengah di seluruh dunia.

Kuda laut merupakan satu-satunya spesies yang jantannya dapat hamil.
Bagaimana si baju besi ini bisa melahirkan??

  

KAWANAN SI BAJU BESI

Para kuda laut berwarna indah milik organisme yang paling megah dan paling luar biasa dari laut Kuda laut (Cavalluccio Marino) merupakan hewan yang sangat unik. Ia memiliki baju yang disebut baju zirah atau “baju besi” yang berfungsi sebagai pelindung bahaya. Baju Zirah itu sangat keras seperti batu, bahkan tidak bisa dihancurkan hanya dengan tangan manusia. Kuda laut ini ternyata termasuk dalam jenis ikan, dan bernafas dengan insang.
Ukuran mereka bervariasi dari sekitar 4 sampai 30 sentimeter. Kuda laut termasuk binatang mungil, dengan kisaran ukuran mulai 16 mm — 35 cm.
Kuda laut ini ternyata termasuk dalam jenis ikan, dan bernafas dengan insang. Ukuran mereka bervariasi dari sekitar 4 sampai 30 sentimeter.


WARNA – WARNI SI KUDA LAUT

Tubuh kuda laut itu berwarna-warni (merah, kuning, hijau, dan hitam) dan bisa berubah sesuai dengan keadaan sinar matahari yang menyinari tubuhnya, dan keadaan tubuhnya sendiri.


Walaupun memiliki banyak warna, namun beberapa spesiesnya berwarna sebagian transparan, sehingga tidak mudah dilihat. Kuda laut biasanya tinggal di sekitar karang-karang laut dan menambatkan ekornya pada celah bebatuan. Ia hidup menyebar di perairan tropis di seluruh lautan dunia.


BERENANG DENGAN BERDIRI TEGAK
Meskipun termasuk dalam jenis ikan, cara berenang kuda laut berbeda dengan cara berenang ikan. Kuda laut bergerak dalam air dengan cara mengubah isi udara dalam kantung renangnya. Jika kantung renang ini rusak dan kehilangan sedikit udara, kuda laut tenggelam ke dasar laut. Kuda laut berenang dengan tubuh yang tegak dan mereka dapat menganggukkan kepala ke atas dan ke bawah.

Mata kuda laut sangat unik. Ia bisa melihat dua buah benda yg berbeda pada waktu yang bersamaan. Matanya juga dapat bergerak dengan bebas, berputar-putar mengamati setiap sisi sehingga mereka dapat melihat sekelilingnya dengan mudah, tanpa harus menggerakkan kepalanya ke kiri dan ke kanan


SANTAPAN SI KUDA LAUT
Kuda laut adalah binatang hebat karena begitu lahir langsung dapat berenang dan pada umur sehari sudah dapat langsung makan dengan menu yang sama seperti induknya, tentunya dengan ukuran yang lebih kecil menyesuaikan mulutnya yang imut-­imut. Kuda laut memakan larva ikan, teri, dan udang kecil atau rebon. Kuda laut kecil memakan krustasea mengambang di air atau merangkak di bagian bawah. Dengan
sangat baik, kuda laut memangsa makanan yang mengapung dalam jangkauan mencolok. Mysid udang dan udang-udangan kecil lainnya adalah favorit, tetapi beberapa kuda laut telah diamati makan jenis lain dari invertebrata dan bahkan larva ikan.



MASA PACARAN SI BAJU BESI
Hal yang paling unik dari kuda laut adalah si jantan, yang melahirkan anak-anaknya.

 Sebelum peternakan, kuda laut mengalami pengadilan selama beberapa hari pacaran mensinkronkan perilaku binatang 'gerakan sehingga laki-laki dapat menerima telur ketika betina siap untuk deposit mereka.
Selama waktu ini mereka dapat berubah warna, berenang sisi dengan sisi ekor induk atau pegangan untai yang sama rumput laut dengan ekor mereka dan roda sekitar serempak dalam apa yang dikenal sebagai "tarian menjelang fajar".
Mereka akhirnya terlibat dalam sebuah "benar tari pacaran "berlangsung sekitar 8 jam, di mana pompa air laki-laki melalui kantong telur di kopernya yang mengembang dan membuka untuk menampilkan kekosongan tersebut Ketika telur betina mencapai kematangan, dia dan pasangannya melepaskan setiap jangkar dan moncong-ke-moncong, melayang ke atas keluar dari padang lamun, seringkali spiral ketika mereka naik. Betina memasukkan dia ovipositor ke Teman induk kantong laki-laki dan puluhan deposito ke ribuan telur. Sebagai wanita melepaskan telurnya, Slims tubuhnya saat nya membengkak. Kedua hewan kemudian tenggelam kembali ke padang lamun dan ia berenang menjauh. 


 SI JANTAN YANG MELAHIRKAN
            Kuda laut jantan ini memiliki kantung perut yang besar dan pembuka seperti celah di bagian dasar perutnya. Kuda laut
betina akan meletakkan telur-telurnya langsung ke dalam kantung perut itu dan kuda laut jantan membuahi telur saat dijatuhkan.
Lapisan dalam kantung perut menjadi seperti spons dan dipenuhi dengan pembuluh darah, yang berfungsi untuk memberi makan telur atau embrio.



Kantong perut atau kantung benih berfungsi untuk menyimpan telur yang diberikan sang betina.
Telur-telur akan mengalir melalui tabung ke kantong benih kemudian mereka akan dibuahi. Hasil pembuahannya dinamakan embrio. Embrio akan berkembang selama 10 hari sampai 6 minggu, tergantung pada spesies dan kondisi air.
Jika sudah waktunya, ‘melahirkan’ sang jantan akan memompa ekornya sampai bayi kuda laut keluar. Bayi-bayi kuda laut akan keluar dengan bentuk yang sangat kecil. Selain untuk mengandung, kantong kuda laut jantan juga berfungsi untuk mengatur kadar garam, agar sesuai dengan lingkungan luar saat telur menetas.


Kehidupan kuda laut di perairan Indonesia, ternyata terancam punah teman-teman. Habitat mereka, berupa karang-karang laut, rusak akibat ulah manusia. Keunikan kuda laut membuat banyak orang ingin menjadikannya koleksi, hal itu berakibat pada semakin sedikitnya jumlah kuda laut karena ditangkap secara berlebihan. Kuda laut salah satu binatang laut yang setia. Kuda laut jantan dapat merasakan betapa susahnya melahirkan, dan mereka akan selalu menjaga anak-anaknya. Seharusnya manusia mengambil suatu pelajaran dari kuda laut, kita haruslah setia terhadap pasangan dan jangan menyia-nyiakan anak yang telah di anugrahkan.